Kronologi Peristiwa Kisruh HKBP Ciketing

September 17, 2010 § 3 Comments

Pagi itu sekitar pukul tujuh, burung-burung mulai mengepakkan sayapnya. Sang mentari agak melotot menghirup embun. Pepohonan pun baru saja mengelap sisa-sisa air mandinya di kampung yang begitu sunyi…penuh dengan harmoni dan kedamaian. Sekitar 800-an Warga Kelurahan Mustika Jaya-Kecamatan Mustika Jaya yang subuh tadi telah mengadakan suling (Subuh Keliling) berjajar rapat dipinggir Jalan Rawa Mulia Kampung Ciketing Rt 03 Rw 06 Kel-Kec Mustika Jaya kota Bekasi.

Ada apakah gerangan?Ternyata mereka bersepakat untuk menolak berdirinya sebuah gereja diatas lahan kosong seluas 1000 meteran persegi.Loh..bukankah tidak ada bahan baku bangunan serta peralatan lainnya…yang ada hanya sebidang tanah kosong ditumbuhi satu pohon rambutan yang sedang bersedih karena tidak ada teman-teman lain yang menemaninya? Rerumputan pun agak menjauh khawatir terkena kemarahan sang pohon penyendiri.Ya..! Mereka belum membikin Gereja tetapi mereka sudah melakukan intimidasi dan ancaman kepada ketua-ketua kampung Kami.Mereka akan menculik guru kami Ustadz Syahid Tajuddin. Bahkan preman-preman Rony Sitorus sudah mengkangkangi rumah beliau.Mereka juga mendatangi Rumah saudara syahri dengan penuh arogan dan kesombongannya.Lebih dari pada itu mereka telah mengejar-ngejar ibu Dini dari PTI hingga mereka menggedor-gedor rumahnya.Bahkan inang-inang tukang itu pun mengejar pak RW Nyamat untuk diperkosa.Haahhh….yang bener luh??cek aja boooosss….!!! Ceekkkk ke lapangan!!!

Masyarakat membikin pagar betis…. Meski terlihat sangar, namun di raut wajah mereka tercecah sebuah harapan besar akan mendapatkan syahadah (mati di jalan Allah Swt) hari ini…!! Kerana niat dan tekat telah bulat, berjuang sekuat tenaga mempertahankan tanah kelahiran “Beloved Ciketing” dari pengaruh penjajahan HKBP yang selalu menjerat masyarakat dengan sistem rentenir dan mencap masyarakat sebagai “Tukang Utang”.Ketika jam 8 dikorupsi beberapa menit, Pendeta Luspida Simanjuntak S.Th beserta beberapa pendeta dan jema’at lain tiba-tiba sudah berada dihadapan pagar betis tersebut, gemuruh takbir berkumandang dan masyarakat teramat sewot melihat kehadiran Luspida. Polisi pada kedubukan membangun benteng pertahanan agar warga tidak terprovokasi lalu mengambil tindakan yang tak diinginkan.Mungkin ada seorang warga yang menggerutu…” lah Polisi dua baris…kita cuman atu..pegimana nerobosnya nih…??”Pak Nanang..(president korlap) warga Ciketing berteriak meredam warganya.”Tenang saudara-saudara…biarkan kami dialog dulu meminta agar mereka tidak melanjutkan niat untuk menembus pertahanan kalian!!”

Didampingi beberapa orang perwakilan warga pak Nanang berdialog dengan data-data yang sudah dipersiapkan. Banyak sekali lembaran-lembaran surat dari pemerintahan serta aparat dan instansi terkait kota Bekasi. Sementara pihak HKBP nya bertumpu pada kebebasan beragama dan hati nurani lalu dibantah oleh pak Nanang bahwa UUD itu ada tata tertib pelaksanaannya hingga akhir dialog tidak ada titik temu kedua belah pihak. Lalu masuklah pak Camat Mustika Jaya…dengan merendah kepada Luspida dan HKBP lainnya ia meminta agar diurungkan niatnya melihat situasi yang tidak memungkinkan, massa begitu banyak bu…tolong dipahami..mundur sementara…biar kita cari penyelesaian yang lebih baik!Izinkan kami masuk pak camat….!!Maaf Pak… Bu…kami tidak inginkan keburukan terjadi disini….!!Serta merta pihak HKBP menghardik dan memaki pak Camat sebelum selesai berbicara.Melihat pak Camat yang dimaki-maki oleh pihak HKBP….dengan diawali kalimat tahlil dan takbir…masyarakat merangsek….mendorong tameng-temang Polisi yang berjejer dengan tegaknya.

Allahu Akbar….!! La..haula wala quwwata illa billa..! Hanya Allah ta’ala yang memiliki kekuatan.Dengan keikhlasan dan kepasrahan yang penuh..masyarakat berhasil merangsek dan mendorong barisan samapta..Anehnya… Luspida terjatuh cukup keras padahal yang didorong adalah aparat kepolisian. HKBP Luspida terpecah menjadi dua kelompok selatan dan utara.Kelompok selatan sengaja duduk sambil bernyanyi-nyanyi. Demi melihat Pasukan Samapta dan Brimob yang sudah tegak bersiaga untuk membendung masyarakat dan melindungi HKBP… salah seorang ketua kelompok masyarakat mengajak warganya untuk memutar menghindari benturan dengan polisi, dan mereka berhasil mengambil jalan lain melalui perkebunan warga kemudian membubarkan provokasi HKBP tersebut. warga terus menggiring mereka keluar dari lokasi namun ditengah-tengah kelompok HKBP terlihat dua orang mengacungkan Senjata Api ke arah warga dan sontak mereka tiarap. Polisi teramat sigap sehingga tidak terjadi baku pukul antara warga dengan HKBP yang mengacungkan pistol. Dan ketua kelompok masyarakat itu memerintahkan kepada yang lain untuk mundur.Sementara dikelompok utara ada seorang jemaat yang memang sengaja memakai jilbab untuk menyusup, kelompok utara mencaci-maki menghardik warga. Dan warga pun mendatangi mereka agar bubar… Luspida berada dikelompok utara. Dia berhasil memukul seorang warga namun tidak dibalas oleh warga. Polisi dengan sigap menarik luspida agar tidak dibalas oleh warga lain yang merasa terhina dengan perlakuan Luspida. Hingga akhirnya mereka keluar dari lokasi bentrokan.

Kembali warga berkumpul di lokasi awal saat itu diperkirakan waktu Dhuha. Warga teredam dan terkendali…tidak ada tindakan anarki…hanya membela diri dari penjajah dan penjahat tak berbudi Luspida dan kelompoknya yang tak tahu diri. (source:http://bit.ly/9WdqCk)

Tagged:

§ 3 Responses to Kronologi Peristiwa Kisruh HKBP Ciketing

  • urangpadang says:

    Dimana Bumi Dipijak , disitu langit dijunjung. bukan Dimana bumi dipijak disitu BUAT KAMPUNG. Memang orang2 Batak AROGAN liat saja komentar RUHUT SITOMPUL ??? Di PADANG juga harus hati2 jangan sampai gereja2 Batak buat kampung di sana.

  • urangpadang says:

    Pak Camat sampai di hardik ???? Huria Kristen Protestan Batak/HKBP ini berpikir karena mereka ada yang jadi pengacara dan aparat jadi sangat arogan dgn warga lingkungan setempat nampaknya. Dasar Batak, sudak SALAH orang yg dimaki/dihardik.

    Berikut kutipan lengkap dari surat terbuka Rahmat.

    SAYA warga mustika jaya, Bekasi hanya ingin sharing kenapa sebenarnya kami sulit untuk menerima kehadiran warga HKBP di daerah kami. Dua puluh tahun lalu seorang warga Batak mulai menjadikan rumah tinggalnya sebagai tempat kebaktian. Kami warga perumahan Mustika Jjaya dapat menerima karena kami sangat menghargai toleransi dan kebebasan dalam memilih keyakinan.

    Namun makin lama kami biarkan semakin banyak warga Batak yang sering mondar mandir di perumahan kami. Bahkan perilaku mereka yang tadinya hormat kepada warga sekitar menjadi arogan dan mau menang sendiri. Selain itu dalam aktifitas sehari hari mereka mulai tidak menghormati tetua warga dan warga asli Mustika Jaya, Bekasi. Seakan–akan tanah dan daerah ini milik mereka. Bahkan dalam acara–acara keluarga, mereka sangat mengganggu ketentraman kami sebagai warga asli.

    Ini bukan masalah agama. Karena di tempat kami ada juga warga yang non muslim selain Kristen HKBP.

    Warga selain muslim pun mulai keberatan dengan perilaku dan cara–cara warga HKBP dalam sosial kemasyarakatan. Kesimpulan kami bersama warga–warga non muslim selain jemaat HKPB, jemaat HKBP cenderung kasar, sembrono, tidak tahu diri, tidak tahu malu, menyebalkan, cara bicaranya keras dan sangat arogan.

    Setalah sepuluh tahun kami biarkan, jika ada acara, mereka mulai mendominasi akses jalan kampung dan mereka mulai berani terang–terangan melakukan indimidasi terhadap warga sekitar yang keberatan dengan pola tingkah dan perilaku hidup mereka seperti mabuk, menggoda wanita–wanita dan putri–putri kami, mulai mengganggu tatanan adat masyarakat asli dan hukum yang berlaku.

    Selain itu jika ada acara makan–makan, mereka mulai berani memotong babi dan anjing di sekitar kampung Mustika. Bahkan bau daging–daging itu sampai tercium kemana–mana. Mereka mulai berani keliling kampung dengan bernyanyi–nyani dengan suara dan logat khas batak.

    Pemaksaan cara mereka inilah yang membuat kami sangat kesal dengan tingkah pola mereka. Bahkan mereka mulai berani mendirikan lapo–lapo tuak yang selalu memicu keributan disekitar daerah Mustika Jaya.

    Kemudian, kami warga sekitar, baik itu muslim dan non muslim non HKBP sering mengadakan pertemuan untuk membahas keberadaan warga HKBP (meskipun sebagian besar hanya datang setiap hari Minggu). Kesimpulan dan kesepakatan warga, kami takut jika ini dibiarkan akan merubah tatanan masyarakat kami dari berbagai lintas agama dan suku lain selain Batak.

    Perilaku mereka akan mengubah tatanan kemasyarakatan yang tadinya saling menghormati, toleran, sopan santun, menjadi arogan, mau menang sendiri, mabuk–mabukan dimana saja. Dan makan dengan makanan yang bagi kami sangat menjijikan. Seperti bakar babi dan anjing.

    Dan kami pun mulai melaporkan ke Pemerintah Kota Bekasi mengenai keberadaan mereka sesuai apa adanya. Kami juga meminta Pemkot Bekasi bahkan Kepolisian dan Babinsa di daerah kami untuk berkata apa adanya dan menyelidiki secara langsung perilaku warga HKBP.

    Karena yang kami sampaikan bukanlah omong kosong maka setelah hampir dua puluh tahun kami menderita dengan perilaku HKBP, oleh Pemkot Bekasi kegiatan jemaat mereka dianggap liar. Dan gereja di rumah seorang warga pun disegel oleh Pemkot Bekasi. (Tentunya dengan hasil penyelidikan selama waktu yang cukup dengan melibatkan Kepolisian dan Koramil setempat).

    Jadi maksud saya membuat surat ini pada dasarnya bukan masalah didirikan gereja atau tidak dirikan gereja yang menjadi pokok permasalahan. Tapi yang akan mendirikan gereja di tempat kami adalah jemaat Huria Kristen Batak Protestan, yang menurut teman saya juga beragama Kristen tapi dari suku lain (Jawa, Maluku, Irian, NTT) mereka juga kurang suka dengan kelompok ini (HKBP). Karena di dalam persatuan gereja–gereja Kristen pun, selalu membuat masalah–malsalah tatanan sesuai pola arogansi kesukuan Batak mereka.

    Saya hanya bisa berharap, surat saya ini bisa menjadi informasi pembanding dan pertimbangan yang objektif apakah apa yang saya sebutkan dengan perilaku mereka diatas itu salah atau mengada–ada. Khusus untuk teman–teman wartawan jika Anda ingin objektif silahkan survey warga Mustika Jaya Bekasi apakah yang saya sampaikan di atas benar atau tidak.

    Dan saya surat saya ini juga ditujukan Warga HKBP untuk bercermin terhadap perilaku mereka, berperilakulah seperti manusia, kalau ingin dihormati dengan sebenarnya hormatilah tatanan masyarakat sekitar. Kita ini orang timur, “Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.” Kalau tidak
    dimanapun anda berada kalian tidak akan pernah diterima oleh suku manapun!

    Kami takut jika mereka jadi bermukim di Mustika Jaya, tatanan kehidupan sosial kami berubah, kami takut anak–anak kami menjadi para pemabuk, keras kepala, kekerasan meningkat, kejahatan meningkat, sekali lagi kami bukan tidak mau menerima umat kristiani. Yang tidak kami terima mereka ini HKBP.

    Salam,

    Agustus 2010,
    Mustika Jaya Bbekasi

    Rahmat Siliwangi

    http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=4062

    (catatan redaksi : kini laman Rakyat Merdeka Online diatas, sudah kosong dan tidak bisa di akses lagi)

    fpi.or.id/alwi

    Sumber : http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=4062

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kronologi Peristiwa Kisruh HKBP Ciketing at Indonesiaku sayang, Indonesiaku Malang.

meta

%d bloggers like this: