PEMASANGAN PIPA DAN KATUP

June 10, 2010 § 4 Comments

1. Pipa

a. Penanaman pipa

Dalam perencanaan pipa, selain karakteristik pipa juga diperhatikan:

  • Jenis tanah tempat pipa ditanam;
  • Kedalaman timbunan;
  • Lebar galian;
  • Diameter pipa yang dipasang
    • Berkaitan dengan tekanan yang bekerja pada pipa akibat beban tanah
    • Formula perkiraan beban-beban yang bekerja pada pipa akiabat beban tanah (Harston)

      ω = c . w. B2 – pipa kaku

      ω = c . w. BD – pipa elastis

      dimana:

      ω = beban yang diterima pipa/saluran sepanjang pipa (lb/ft)

      c = koefisien beban tergantung lebar galian dan diameter pipa.

      w = berat jenis tanah urug (lb/ft3)

      B = lebar galian (ft)

      D = diameter pipa yang ditanam (ft)

Pipa yang ditanam di bawah 1m, diatas 0,5m permukaan tanah

Harga C ditentukan berdasarkan grafik Harston

Beberapa nilai C

H/D

Tanah Pasir

Tanah Biasa

Tanah Lempung

Lempung Jenuh

1

0,8

0,81

0,81

0,82

2

1,3

1,5

1,55

1,6

4

2,2

2,3

2,5

2,7

8

2,7

3

3,4

3,7

Beberapa cara penanaman pipa

  • Untuk tanah stabil

  • Untuk tanah tidak stabil

\

Macam-macam gambar jaringan pipa:

  • Gambar denah dan subdenah;
  • Gambar profil memanjang;
  • Gambar detail persimpangan;
  • Gambar detail sambungan simpangan pipa;
  • Gambar bangunan pelengkap; contoh: jembatan pipa, bak pelepas tekanan.

1. Gambar Denah dan Subdenah

  • Gambar sistem secara keseluruhan dalam bentuk skema diagram
  • Skala 1:1000 – 1:5000
  • Data-data :
    • Nama jalan;
    • Nomor-nomor persimpangan;
    • Arah utara;
    • Skala;
    • Legenda;
    • Bangunan-bangunan yang terkait dengan jaringan.
  • Subdenah adalah gambar yang menjelaskan bagian tertentu dari denah;
  • Skala lebih besar
  • Berisikan gamabarn jaringan yang lebih detail, terdapat katup-katup dan hidran.

2. Gambar Profil Memanjang

  • Gambaran jaringan pipa arah memanjang;
  • Menjelaskan kedudukan pipa secara vertikal atau horizontal, penggunaan perlengkapan pipa
  • Data-data :
    • Nomor-nomor titik pada dasar pipa;
    • Jarak antara titik-titik;
    • Jarak total titik-titik terhadap titik awal profil;
    • Ketinggian titik dasar saluran;
    • Perlengkapan terpasang, dalam bentuk lubang;
    • Diameter pipa
    • Skala yang dipakai: h dan v

3. Gambar Detail Persimpangan

  • Menjelaskan detail jaringan pipa pada persimpangan, kedudukan jaringan, kedudukan katup-katup;
  • Data-data:
    • Nomor persimpangan,sesuai denah;
    • Katup-katup dalam bentuk lambang;
    • Jarak kedudukan pipa terhadap persimpangan;
    • Arah utara;
    • Penjelasan lain tentang persimpangan jalan.

4. Gambar Detail Sambungan Pipa pada Persimpangan (Cluster Joint)

  • Menjelaskan detail sambungan dari bangunan yang diperlukan untuk mendukung pipa;
  • Perlengkapan dalam gambar:
    • Judul, memudahkan pegenalan gambar dan membedakan dengan gambar lain;
    • Ditempatkan dalam ruangan khusus, sudut kanan bawah;
    • Skala;
    • Lambang;
    • Ukuran gambar, seragam- untuk memudahkan penyimpanan dan penyajian dengan format: A4 ( 297mm x 210mm); A3 (420mm x 297mm = 2xA4); A2 (594mm x 420mm = 4xA4); A1 (841mm x 594mm = 8xA4); A0 (1189mm x 841mm = 16xA4).

Gambar As-Built

1. Pengertian

Gambar yang memberikan informasi lengkap suatu sistem jaringan pipa sesuai keadaan sebenarnya di lapangan

2. Maksud

  • Sebagai catatan praktis, sistematis dan lengkap dalam pengoperasian sistem perpipaan;
  • Sebagai catatan lengkap besarnya modal yang telah ditanamkan

3. Penggunaan

  • Pengoperasian/pemeliharaan
    • Menentukan daerah-daerah yang tidak mendapat cukup suplai air;
    • Menentukan daerah-daerah yang perlu hidran;
    • Menentukan jaringan yang harus diperiksa;
    • Menentukan jalur/rute jaringan pipa;
    • Menentukian letak pipa di lapangan.
  • Administrasi/keuangan : menghitung modal.

4. Macam-macam gambar As-Built

  • Peta lengkap (comprehensive map)
  • Peta bagian (section map)
  • Peta katup (valve map)

5. Peta Lengkap

  • Gambar lengkap;
  • Mencakup seluruh jaringan pipa yang jadi tanggung jawab PDAM yang bersangkutan;
  • Skala yang dipakai 1: 5000
  • Data yang dicantumkan:
    • Nama jalan
    • Hidran kebakaran;
    • Katup;
    • Arah utara;
    • Skala;
    • Legenda;
    • Tanggal pembuatan dan koreksi.

6. Peta Bagian

  • Peta yang memberikan informasi yang lebih detail, bagian dari peta lengkap;
  • Skala lebih besar, jumlah lebih banyak;
  • Mencakup jalan, sungai, garis-garis permukaan tanah, pipa dengan perlengkapannya
  • Skala yang dipakai, disesuaikan dengan keadaan setempat:
    • Skala 1 : 500 , untuk daerah yang padat;
    • Skala 1 : 1000, untuk daerah sedang;
    • Skala 1 : 2000, untuk daerah luar kota.
  • Data yang dicantumkan:
    • Nomor petunjuk gambar; nama jalan dan garis-garis jalan;
    • Garis batas kepemelikan tanah;
    • Ukuran pipa;
    • Bahan pipa;
    • Hidran kebakaran dan nomornya;
    • Katup dengan nomornya;
    • Nomor simpangan jalan;
    • Nomor lembaran gambar;
    • Tanggal dikeluarkan, koreksi terakhir;
    • Arah utara;
    • Skala;
    • Legenda.
  • Dilengkapi dengan koordinat untuk memudahkan menetapkan posisi dan hubungannya dengan peta lengkap.

7. Peta Katup

  • Penting dalam pengoperasian sistem distribusi – butuh gambar khusus
  • Gambarkan lokasi katup-katup secara detail;
  • Dibuat dengan ukuran khusus (mis: 25x30cm2), berbentuk buku – mudah dibawa ke lapangan untuk pemeriksaan/ perawatan katup;
  • Skala 1 : 200 – 300
  • Yang digambarkan simpangan-simpangan jalan;
  • Data yang dicantumkan:
    • Nomor peta bagian dan nomor simpangan
    • Ukuran pipa;
    • Jarak pipa dari batas halaman;
    • Katup;
    • Katup penutup;
    • Katup pemeriksaan;
    • Katup penyadap;
    • Nomor katup/nama katup (huruf)
    • Hidran (tipe dan nomor)
    • Tanggal dikeluarkan/dikoreksi;
    • Legenda

8. Lambang/simbol

  • Memberikan informasi/penjelasan untuk benda-benda yang tidak dapat digambarkan menurut skala;
  • Khusus untuk perpipaan : pipa (macam, ukuran), hidran kebakaran, katup

9. Koordinat

  • Memudahkan penetapan posisi peta bagian
  • Memudahkan menyusun lembaran peta bagian – menggambarkan seluruh bagian jaringan distribusi;
  • Sistem koordinat tidak dimulai dari x= 0 dan y = 0, biasanya dimulai dari angka yang besar, misalnya x = 3000 ; y = 3000.

10. Peta Petunjuk dalam Peta Bagian

  • Memudahkan mengetahui bagian mana dari peta lengkap yang ditunjukkan dalam peta bagian;
  • Skala kecil dari peta lengkap yang diberi tanda untuk peta bagian (kotak)

GAMBAR ISOMETRI

  • Gambar proyeksi
  • adalah proyeksi yang memiliki ukuran saemua sudut antara sudut pandangnya sama besar.
  • Isometri = sama ukurannya
  • Penggambaran dimana sudut yang terbentuk antara garis dan sumbu x = 30o
  • Bisa gambar ruang, bidang, dan garis.
  • Tujuannya untuk memperlihatkan suatu bidang/ruang/garis dalam pandangan yang lebih lengkap/utuh.
  • Dalam TL, digunakan untuk menggambarkan jalur pipa dalam suatu bangunan (plambing), yakni pipa air minum, air buangan dan ven, serta sistem pencegah kebakaran.
  • Yang diperhatikan dalam membuat gambar isometrik (plambing):
    • Pilih sudut pandang yang paling memberikan gambaran jelas dari sistem perpipaannya;
    • Bedakan simbol-simbol untuk pipa yang berbeda fungsi;
    • Sertakan keterangan masing-masing bagian perpipaan, contoh : diameter pipa, jenis pipa, arah aliran, dll.

Yang diperhatikan dalam gambar perletakan pipa dalam gedung:

  • Gambar denah, skala, elevasi dan arah utara;
  • Gambar batas yang jelas dalam perbedaan diameter dan jenis pipa;
  • Sertakan notasi diameter, fungsi, dll.
  • Tuliskan posisi titik penting dan jaraknya terhadap titik referensi.

Tahap pembuatan sistem plambing:

  • Gambar denah;
  • Tentukan perletakan alat-alat plambing;
  • Buat jalur pipa dengan memperhatikan struktur bangunan yang ada, jalur terbaik, yang singkat dan sejalan dengan struktur bangunan yang ada;
  • Buat gambar isometrik.

KOMPONEN UTAMA SPAM

  • Intake (sumber air baku);
  • Pipa transmisi;
  • BPAM
  • Pipa distribusi;
  • Konsumen.

BPAM, terdiri atas:

  1. Prasedimentasi;
  2. Koagulasi dan flokulasi;
  3. Sedimentasi;
  4. Filtrasi;
  5. Reservoir;
  6. Unit kimia.

Tagged:

§ 4 Responses to PEMASANGAN PIPA DAN KATUP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading PEMASANGAN PIPA DAN KATUP at Indonesiaku sayang, Indonesiaku Malang.

meta

%d bloggers like this: