Plumbing

April 7, 2009 § 4 Comments

  • Sistem penyediaan air bersih

Kebutuhan air bersih gedung ini dipenuhi dengan penyedian 4 buah tangki atas sebagai penampung air dengan kapasitas masing-masing tangki adalah 5 m3 dan total seluruh simpanan air pada tangki atas adalah 20 m3. Jalur pipa air bersih dirancang oleh kepala tukang plambing tanpa didahului dengan perhitungan rinci. Diameter pipa tegak air bersih yang digunakan adalah 1¼ inci dan diameter pipa cabang horizontal adalah ¾ inci. Nilai unit beban alat plambing yang digunakan diperkirakan sebagai berikut: Alat Plambing:

  • Keran Air Kloset = 1
  • Keran Air Wastafel = 1

(Alat Plambing Kelas Tangki Gelontor)

Dari skema sistem penyedian air bersih yang terlampir pada gambar 2.1 diperkirakan jumlah unit alat plambing yang dilayani oleh 1 buah saf yang terpasang yang identik dengan saf yang lainnya, maka jumlahnya sebagai berikut:

  • Keran air untuk kloset terpasang untuk 1 saf sebanyak 27 buah dengan nilai total unit beban alat plambing adalah 27;
  • Wastafel terpasang pada 1 saf sebanyak 7 buah dengan nilai total unit beban alat plambing adalah 7;
  • Sehingga total unit beban alat plambing air bersih 1 saf adalah 34;
  • Dengan menggunakan diagram perkiraan laju aliran air berdasarkan beban unit alat plambing yang tercantum pada Lampiran 3, maka diperkirakan besarnya laju aliran pada pipa tegak distribusi air bersih adalah 280 liter per menit;
  • Dalam 1 toilet yang terdiri dari 3 buah keran air kloset, 6 buah keran air wudhuk, dan 1 buah wastafel, maka laju aliran untuk total beban unit alat plambing 1 toilet sebesar 10 diperkirakan laju aliran untuk masing-masing pipa cabang horizontal yang identik adalah sebesar 100 liter per menit;

Seluruh data di atas berguna untuk memeperkirakan kehilangan tekan air yang terjadi pada sistem yang tidak direncanakan tersebut. Sehingga, untuk melihat apakah tinggi tekan yang tersedia antara tangki atas dengan cabang horizontal tertinggi yaitu pada lantai 3 dapat mengimbangi kehilangan tekan yang ditimbulkan sepanjang aliran yang dilalui menuju ke cabang tersebut, maka digunakan perhitungan sebagai berikut:

  • Dengan panjang pipa cabang (diameter ¾ inci = 20 mm) menuju alat plambing terjauh pada toilet tertinggi yaitu ± 8,5 meter dan panjang pipa tegak (diameter 1¼ inci = 32 mm) menuju cabang tertinggi yaitu 6,5 meter, dengan menggunakan diagram headloss (m/m kolom air) untuk pipa PVC kaku yang digunakan yang terdapat pada Lampiran 3, maka di dapat kehilangan tekan total dari cabang tertinggi tersebut sebesar ± 2,8 meter.
  • Tinggi keran air dari lantai pada keran air paling ujung dari cabang teratas adalah 0,7 meter, maka tinggi tekan yang harus tersedia untuk cabang tertinggi tersebut sekurang-kurangnya 2,8 + 0,7 = 3,5 meter.

Secara umum untuk memastikan air dapat mengalir ke alat plambing terjauh (keran air untuk kloset) pada cabang tertinggi. Dari ketersediaan tinggi tekan sebesar 4 meter yang diperoleh dari elevasi lantai 4 dengan lantai 3 dan kehilangan tekan sebesar 3,5 meter maka dapat dinyatakan air dalam sistem mampu mengalir dengan baik. Namun, menurut Noerbambang dan Morimura (1993) bahwa tekanan yang dibutuhkan untuk keran biasa adalah 3 kg/cm2 (3 m). Hal ini berarti tekanan kerja pada cabang teratas sistem peyediaan air bersih tersebut memenuhi kebutuhan yang diperlukan.

Empat buah tangki atas yang terpasang dengan kapasitas total seluruh tangki adalah 20 m3 merupakan kapasitas yang cukup untuk melayani kebutuhan air bersih gedung ini. Walaupun perencana tidak menggunakan perhitungan rinci tentang desain volume tangki, namun kapasitas tangki atas yang diperlukan dapat diperkirakan dengan menggunakan metode beban hunian gedung yang terdapat pada tabel 6.1 dan jumlah pemakaian air per hari untuk setiap penghuni gedung yang dapat dilihat pada tabel 6.2. Dengan jumlah ruang belajar. Jumlah orang yang dapat ditampung dalam satu lantai, ruang atau mesanin harus ditentukan dengan mempertimbangkan kegunaan atau fungsi bangunan, tata letak lantai tersebut, dengan cara:

  • Menghitung total jumlah tersebut dengan membagi luas lantai dari tiap bagian lantai dengan jumlah m2 per-orang sebagaimana tercantum pada Tabel 3.1. Sesuai jenis penghunian, tidak termasuk area yang diperuntukkan untuk lif, tangga, ramp, eskalator, koridor, hall, lobby dan ruang sejenis, dan service duct dan yang sejenis, ruang sanitasi atau penggunaan tambahan lainnya; atau
  • Mengacu kepada kapasitas tempat duduk di ruang atau bangunan gedung pertemuan; atau
  • Cara lain yang sesuai untuk memperkirakan kapasitasnya.

Tabel 6.1

Luasan Per-Orang Sesuai Penggunaannya (Beban Penghunian)

Sumber: Lampiran Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Republik Indonesia

Nomor: 10/Kpts/2000, Tanggal: 1 Maret 2000 / BAB III.

  • Berdasarkan jumlah pemakai (penghuni)

Metode ini didasarkan pada pemakaian air rata-rata sehari dari setiap penghuni dan perkiraan jumlah penghuni. Metode ini praktis digunakan untuk tahap perencanaan atau juga perancangan. Apabila jumlah penghuni diketahui, atau ditetapkan untuk sesuatu gedung maka angka tersebut dipakai untuk menghitung pemakaian air rata-rata sehari berdasarkan standar mengenai pemakaian air per orang per hari untuk sifat penggunaan gedung tersebut. Tetapi kalau jumlah penghuni tidak diketahui, biasanya ditaksir berdasarkan luas lantai dan menetapkan kepadatan hunian per luas lantai. Luas lantai gedung dimaksud adalah luas lantai efektif yang berkisar antara 55-80% dari luas seluruhnya. Angka pemakaian air yang diperoleh dengan metode ini biasanya digunakan untuk menetapkan volume tangki bawah, tangki atap dan pompa. Sedangkan ukuran pipa yang diperoleh dengan metode ini hanyalah pipa penyediaan air (misalnya pipa dinas) dan bukan untuk menentukan ukuran pipa-pipa dalam seluruh jaringan. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2

Pemakaian Air Rata-rata per Orang setiap Hari

No.

Jenis Gedung

Pemakaian air rata-rata sehari

(liter)

Jangka waktu pemakaian air rata-rata sehari

(jam)

Perbandingan

luas lantai

efektif/total

(%)

Keterangan

1 Perumahan mewah

250

8 – 10

42 – 45

Setiap penghuni
2 Rumah biasa

160 – 250

8 – 10

50 – 53

Setiap penghuni
3 Apartemen

200 – 250

8 – 10

45 – 50

Mewah 250 liter

Menengah 180 liter

Bujangan 100 liter

4 Asrama

120

8

Bujangan
5 Rumah sakit Mewah>1000

Menengah 500 – 1000

Umum

350 – 500

8 – 10

45 – 48

(setiap tempat tidur pasien)

Pasien luar 8 liter

Keluarga 160 liter

Staf 120 liter

6 Sekolah dasar

40

5

58 – 60

Guru 100 liter
7 SLTP

50

6

58 – 60

Guru 100 liter
8 SLTA atau PT

80

6

Guru/dosen 100 liter
9 Rumah toko

100 – 200

8

Penghuni 160 liter
10 Gedung kantor

100

8

60 – 70

Setiap pegawai
11 Toserba

3

7

55 – 60

Pemakaian hanya untuk kakus belum termasuk restoran
12 Pabrik/industri

pria 60

wanita 100

8

Per orang setiap giliran
13 Stasiun /terminal

3

15

Setiap penumpang
14 Restoran

30

5

Penghuni 160 liter
15 Restoran umum

15

7

Penghuni 160 liter

Pelayan 160 liter

70% tamu perlu 15 ltr/orang untuk kakus

16 Gedung pertunjukan

30

5

53 – 55

Setiap penonton (untuk 1 kali)
17 Gedung bioskop

10

3

– idem –
18 Toko pengecer

40

6

30 liter/ tamu, 150 liter/staf atau 5 liter per hari/ m2 lantai
19 Hotel

250 – 300

10

Setiap tamu

Staf 120-150 liter

Penginapan 200 ltr

20 Peribadatan

10

2

Jumlah jemaah
21 Perpustakaan

25

6

Setiap pembaca
22 Bar

30

6

Setiap tamu
23 Perk. sosial

30

Setiap tamu
24 Kelab malam

120 – 350

Setiap tamu
25 Gedung perkmpl.

150 – 200

Setiap tamu
26 Laboratorium

100 -200

8

Setiap staf

Sumber: Morimura dan Noerbambang, 2000

§ 4 Responses to Plumbing

  • patria mahendra datta says:

    menarikk..materi yang saya cari!!

  • Emma anak TL says:

    setuju sama datta…

  • Sipil says:

    Apakah pipa vent air bekas & kotor boleh jadi satu atau sebaiknya dipisah?
    Saya pernah diklaim bhw pipa vent air bekas & kotor jd satu jadi penyebab timbulnya bau pada toilet.Saat itu exhaust belum terpasang & toilet jarang dipakai.P-trap terpasang di tiap floor drain.Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Plumbing at Indonesiaku sayang, Indonesiaku Malang.

meta

%d bloggers like this: