Rekaya Drainase

April 7, 2009 § 2 Comments

Drainase adalah sistem saluran pembuangan air hujan yang menampung dan mengalirkan air hujan dan air buangan yang berasal dari daerah terbuka maupun dari daerah terbangun. Bila dilihat dari fungsinya, drainase ini untuk menampung, mengalirkan, dan memindahkan air hujan secepat mungkin dari daerah tangkapan ke badan penerima.
Badan penerima sendiri merupakan saluran induk, sungai, laut, dan danau, peresapan dalam tanah tempat dimana air hujan dibuang. Dalam suatu perkotaan drainase berfungsi sebagai pengendali dan mengalirkan limpasan air hujan yang berlebihan dengan aman, dan juga untuk menyalurkan kelebihan air lainnya yang mempunyai dampak mengganggu atau mencemari lingkungan perkotaan. Drainase dapat juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Sehingga, drainase tidak hanya menyangkut air permukaan tapi juga air tanah. Kegunaan drainase antara lain adalah:
a. mengeringkan daerah becek dan genangan air;
b. mengendalikan akumulasi limpasan air hujan yang berlebihan dan memanfaatkan sebesar-besarnya untuk imbuhan air tanah;
c. mengendalikan erosi, kerusakan jalan dan bangunan-bangunan;
d. Pengelolaan kualitas air.
Klasifikasi sistem drainase dapat beberapa kelompok antara lain:
a. sistem drainase makro, seperti sungai atau kanal
b. sistem drainase mikro yang berupa:
• sistem saluran drainase primer, yang menerima buangan air hujan baik dari saluran sekunder maupun saluran lainnya dan mengalirkan air hujan langsung kebadan penerima.
• Sistem saluran drainase sekunder yang mengalirkan buangan air hujan langsung ke saluran drainase primer
• sistem saluran drainase tersier adalah cabang dari sistem sekunder yang menerima buangan air hujan yang berasal dari persil bangunan atau saluran lokal.

Bangunan sistem drainase terdiri dari saluran penerima (interceptor drain), saluran pengumpul (collector drain), saluran pembawa (conveyor drain), saluran induk (main drain), dan badan air penerima (receiving waters).

Kriteria Perencanaan dan Perancangan Sistem Drainase
Untuk membangun drainase, kriteria perencanaan dan perancangan sistem drainase yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
a. luas daerah yang akan dikeringkan;
b. perkiraaan hujan maksimum;
c. kemiringan dari daerah sekitarnya dan kemungkinan pengalirannya, serta pembuangan;
d. karekteristik tanah dasar temasuk permeabilitas dan kecendrungan mengikis tanah;
e. ketinggian rata-rata dari muka air tanah;
f. dalam minimum dari permukaan yang dibutuhkan untuk melindungi pipa saluran drainase dari beban lalu lintas.

Jenis- jenis Drainase Jalan
1. Drainase Permukaan
Drainase permukaan bertujuan untuk menyalurkan air hujan dari permukaan jalan. Sistem drainase permukaan pada jalan mempunyai tiga fungsi utama, yaitu:
a. membawa air hujan dari pemukaan jalan ke pembuangan air;
b. menampung air tanah dan air permukaan yang mengalir menuju jalan;

2. Drainase Bawah Pemukaan
Drainase bawah permukaan berfungsi untuk menampung dan membuang air yang masuk ke dalam struktur jalan, sehingga tidak sampai menimbulkan kerusakan pada jalan. Pengaruh air yang terperangkap di dalam struktur kerusakan jalan, antara lain:
• Air menurunkan kekuatan material yang melapisi jalan tersebut;
• Air menyebabkan penyedotan pada perkerasan beton yang dapat menyebabkan retakan dan kerusakan pada bahu jalan.
• Dengan tekanan hidrodinamik yang tinggi akibat pergerakkan kendaraan, menyebabkan material halus pada lapisan dasar perkerasan fleksibel yang mengakibatkan hilangnya daya dukung.
• Kontak dengan air yang menerus dapat meyebabkan pengikisan campuran aspal dan daya tanah keretakan beton.
• Air menyebabkan perbedaan peranan pada tanah yang bergelombang.

Perencanaan Hidrolis Drainase
a. Kecepatan Pengaliran
Kecepatan aliran air suatu saluran direncanakan bedasarkan kecepatan minimim dan kecepatan maksimum yang diperbolehkan. Kecepatan minimim adalah kecepatan terendah aliran yang direncanakan dengan asumsi saluran tetap self cleansing, tidak terjasi sedimentasi dan tidak mendorong pertumbuhan tumbuhan air. Sedangkan kecepatan maksimum adalah kecepatan tertinggi aliran yang diperolehkan sehingga konstruksi saluran tetap aman dan tidak menimbulkan erosi pada badan saluran.
b. Kapasitas Saluran
Debit saluran untuk suatu saluran dapat ditentukan dengan perkiraam kecepatan rata-rata suatu aliran denganluas penampang melintang basah yang tegak lurus arah aliran.
c. Kemiringan Saluran dan Talud Saluran
Kemiringan saluran adalah kemiringan memanjang dasar saluran sehingga air dapat mengalir dengan baik. Kemiringan saluran tergantung pada beberapa hal, antara lain:
a. Keadaan topografi;
b. Kegunaan saluran;
c. Tinggi enegi untuk mengalirkan air.
Talud saluran adalah kemiringan dinding saluran. Talud saluran tergantung pada macam material yang membentuk tubuh saluran.
d. Ambang bebas (freeboard)
Ambang bebas (freeboard) suatu saluran adalah jarak vertikan dari puncak saluran ke permukaan air pada kondisi rancang (rencana). Gelombang dan kenaikan muka air disebabkan oleh:

1. Kecepatan dangat besar dan kemiringan sangat terjal;
2. Kecepatan besar akibat tikungan;
3. Pengaruh gerakan angin;
4. Pasang surut.
Besarnya ambang bebas yang dipakai dalam perancangan adalah:
• Berkisar antara 5-30% dari kedalaman saluran; halusdengan kecepatan aliran tidak lebih dari 80% kecepatan kritis.
• Untuk saluran tanpa perlapisan ambang bebas dibnuat dengan mempertimbangkan ukuran daluran dan lokasi, aliran air masuk, sifat-sifat tanah, gradien perkolasi, pemanfaatan jalan dan ketersediaan bahan galian.
e. Penampang saluran
Dalam pemilihan bentuk saluran, biasanya mempertimbangkan beberapa faktor berikut:
1. Tata guna lahan daerah perencanaan;
2. Kemampuan pengaliran dengan mempertimbangkan bahan slauran yang digunakan;
3. Kemudahan pembuatan dan pemeliharaan;
4. Jenis saluran.
Macam dari saluran tersebut terdiri dari:
• Saluran Terbuka
Fungsinya untuk menyalurkan air yang belum tercemar atau kualitasnya tidak membahayakan. Lokasinya pada daerah yang masih cukup tersedia lahan serta tidak pada daerah sibuk (pertokoan, pasar dan sebagainya). Bentuk saluran terbuka baisanya merupakan saluran alami yang tidak teratur tetapi bentuk saluran buatan siatur menurut fungsi dan lokasinya, yang terdiri dari treapesium, segiempat, segitiga dan setenagh lingkaran. Jika debit berfluktuasi maka bentuk saluran dapat dikombinasikan dan segiempat kombinasi
• Saluran Tertutup
Fungsinya untuk mengalirkan air pada daerah yang tersemar ataupun belum tercemar. Lokasinya pada daerah dengan kepadatan tinggi dengan ruang yang terbatas atau pada semua lokasi yang airnya sudah tercemar. Bentuk saluran tertutup diantaranya adalah bulat lingkaran, elips, dan tapal kuda.
d. Bangunan Penunjang

Bangunan Inlet
Inlet menerima air permukaan dan meyalurkanny de daluran drainase. Street Inlets adalah bukaan/lubang di sisi-sisi jalan yang berfungsi untuk menampung dan menyalurkan limpasan air huijan yang berada sepanjang jalan menuju ke saluran. Perencanaan dan penempatan inlet harus benar-benar dipertimbangkan sehingga dapat berfungsi dengan baik. Perletakkan street inlet mempunyai ketentuan sebagai berikut:
 Diletakkkan pada tempat yang tidak memberikan gangguan terhadap lalu lintas maupun pejalan kaki;
 Ditempatkan pada daerah yang rendah dimana limpasan air hujan menuju ke arah tersebut;
 Air yang masuk ke dalam inlet harus secepatnya menuju ke dalam saluran;
 Jumlah inlet harus cukup untuk dapat menangkap limpasan air hujan pada jalan yang bersangkutan.
Inlet dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Curb Inlet
Curb Inlet mempunyai bukaan vertikal
2. Gutter Inlet
Gutter Inlet terdiri dari bukaan horizontal.
3. Combination Inlet
Combination Inlet merupakan gabungan dari curb Inlet dan gutter Inlet yang dipsang sebagai satu unit.

Bangunan Outlet (Outfall)
Outfall adalah ujung saluran yang di tempatkan pada sungai/badn air penerima. Struktur bangunan outfall hampir sama dengan struktur bangunan terjunan karena biasanya titik ujung saluran terletak pad saluran yang lebih tinggi dari permukaan badan air penerima. Bangunan outfall dibuat dari pasangan batu kali/batu belah dengan jenis sky jump.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendesain outfall:
a. Ujung dasar saluran mempunyai elevasi yang lebih tinggi dari permukaan air maksimum badan air penerima.
b. Tidak meletakkan mulut outfll pada tempat yng arusnya (badan air penerima) kuat, untuk mengurangu kerusakan struktur.
c. Mencegah terhalanginya mulut outfall dari benda-benda terapung dan terendapkan.
d. Lokasi yang ideal dari outfall adalah dimana benda-benda terapung dan terendapkan selalu dapat dialirkan atau didistribusikan.

About these ads

Tagged:

§ 2 Responses to Rekaya Drainase

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Rekaya Drainase at Indonesiaku sayang, Indonesiaku Malang.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 496 other followers

%d bloggers like this: